Minggu, 19 Juni 2016

SPIRIT PUASA



Disampaikan dalam acara Buka bersama Koordinator Donatur YDSF, Minggu, 19 Juni 2016.

Hasil penelitian Profesor Askari dan Profesor Scheherazade S Rehman dari George Washington University yang dipublikasikan dalam Global Economy Journal di tahun 2010, menyatakan dari 208 negara yang menerapkan nilai-nilai Islam "How Islamic are Islamic Countries?" adalah Irlandia, Denmark, Luxemburg dan Selandia baru (menduduki peringkat pertama). Sedang peringkat Malaysia di 33 dan negara timur tengah diatas angka 50. Kuwait menduduki peringkat ke-48, sedangkan Arab Saudi di posisi ke-91 dan Qatar ke-111. Di mana posisi negeri kita? Ya..... Sedang Indonesia menempati peringkat 140.

Apa yang perlu disikapi? Ternyata kita, masyarakat muslim Indonesia lebih asyik dengan ibadah ritual secara pribadi, Tahajut, Dhuha, Hajat atau ibadah lainnya, dan kering dengan semarak ibadah sosial, dan akhirnya kita menjadi umat "marginal", terpinggirkan karena ekonomi yang lemah.

Fakta di Indonesia, hanya 1% orang yang menguasai 70% tanah Indonesia, sedang 90% lainnya berebut 30% sisanya (Ko-efisien generasio di angka 0,43 -0,45 yang berpotensi menghasilkan "chaos")

Dalam Qur'an, surat Al Hajj : 11, Allah berfirman :
"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata."

Orang-orang dengan ekonomi lemah akan dekat dengan kekufuran dan dengan mudah berubah karena iming-iming, seperti mereka yang tergiur dan ikut ISiS atau Gafatar.

Lembaga-lembaga zakat yang ada, tidak harus bersaing untuk menjadi eksis dan besar, tapi harus mampu bersinergi untuk memberdayakan ekonomi umat, agar menjadi lebih kuat secara ekonomi. Dan ini menjadi tantangan yang tidak mudah.

Spirit Puasa

Puasa, adalah ibadah yang unik, karena ia "meninggalkan" makan dan minum dan hal lain yang membatalkannya. Sedang ibadah lainnya adalah "mengerjakan" dan menjalankan. Dalam hal ini dituntut untuk berbuat semata-mata karena dilihat Allah. Merasa diawasi oleh Allah yang menuntut manusia untuk meningkatkan kinerja terbaiknya.

Adapun ciri-ciri manusia yang selalu diawasi oleh Allah adalah :

1. Bersikap "ANTUSIAS"

Yang berasal dari bahasa Yunani (di dalam pengawasan Tuhan). Apapun profesinya, ia akan selalu antusias. Bekerja dengan ikhlas,"no transaction", no komplain. Bekerja dengan berpikir cepat dan menyeluruh, tidak satu bagian, satu bagian. Orang dengan level seperti ini akan mudah menjadi "pemimpin", bekerjanya "Sat Set Wess." Mampu berpikir "paralel" dan dilakukan dengan penuh "bahagia"
Mukanya selalu tersenyum, dan mengeluarkan hormon kebahagiaan, sebaliknya orang yang bekerja dengan cemberut, badannya mengeluarkan hormon anti bahagia.

Dengan senyum, rezeki akan datang dan senyum menangkap rezeki. Dibuktikan dengan lambang garis lengkung menghadap ke atas. Yang mana sebagai "tanda" menampung kebahagiaan. Beda dengan cemberut, dilambangkan garis lengkung menghadap ke bawah, sebagai tanda membuang bahagia. Gunakan prinsip 2--2-6, tarik bibir 2cm ke kanan dan kiri dan senyumlah selama 6 detik. Dan tentunya harus ada "teman" lainnya, jangan senyum sendirian, he.he..he

2. TIDAK BOLEH MARAH

Dengan puasa belajar untuk sabar, orang yang puasa tahan terhadap gesekan, tahu terhadap kekurangan-kekurangan di tempat kerja. Jangan mudah mengeluh dan komplain pada masalah "Gaji". Kekurangan gaji yang kita rasakan harus disikapi dengan rasa "syukur". Kalau bersyukur, kekurangan itu berubah jadi angka yang dirubah Allah, dan akhirnya berubah jadi energi yang kembali pada pemiliknya dengan izin Allah.

Ada pesan bijak dari ayahanda Ustadz Ir Misbahul Huda ; " kalau bekerja harus yakin dengan pemberian Allah, harus entengan, jangan perhitungan "Lembur". Yakinlah kebaikan yang kita lakukan akan Allah balas sekalipun bukan dari orang yang kita tolong atau bantu. Dan juga haqqul yakin, kalau tidak berbalas pada kita juga, yakin berbalas pada anak keturunan kita nantinya. Aamiin.

3. ALLAH OBRAL PAHALA

Dengan Allah obral pahala, pesan yang harus ditangkap adalah kita harus cerdas memilih skala prioritas. Tahu membedakan mana Prinsip dan mana Pernik (Tetek bengek, bahasa Jawa).
Mana ibadah, mana tidur harus bisa menjadi acuan. Masyarakat kita umumnya lebih care dan sibuk pada apa-apa yang bersifat "pernik". Contohnya dalam pernikahan, perbandingan prinsip dan pernik, bisa 20-80. Orang akan sibuk dengan warna dan tema undangan, tema panggungnya apa, warna baju apa, band pengiringnya apa, gedungnya seperti apa, makanannya seperti apa, dan hal lainnya yang sebenarnya tidak menjadi "masalah" penting.

Berkacalah pada Steve Jobs, seorang non muslim yang sangat paham dengan penentuan prioritas.
Salah satu kutipan Steve Jobs yang harus kita cermati adalah :

"Tidak ada satu orangpun yang ingin meninggal. Bahkan mereka yang ingin masuk Surga juga tidak ingin meninggal untuk dapat masuk ke sana. Namun kematian adalah tujuan yang kita miliki bersama. Tidak ada satu orangpun yang berhasil kabur dari hal itu. Memang seperti itu harusnya, karena kematian adalah penemuan terbaik dari Kehidupan.

Kematian adalah agen kehidupan yang memberikan kesempatan. Ia menjemput yang tua agar yang baru memiliki kesempatan selanjutnya. Akan tetapi tidak lama dari sekarang, Anda akhirnya akan menjadi tua dan juga dijemput olehnya. Walaupun hal ini cukup dramatis, namun merupakan sesuatu kebenaran."

Semoga, puasa kita kali ini mampu menjadikan diri ikhlas mengemban amanah dalam profesi apapun yang kita jalankan.Bekerja dengan ikhlas, cerdas, keras dan tuntas.

Disampaikan oleh Ustadz Ir. Misbahul Huda (Mantan pimpinan PT. Jawa Pos Grup)

2 komentar:

  1. Momen puasa (Ramadan maupun puasa sunnah) lainnya memang sangat penting, tapi sayangnya - saya merasa terjadi pada diri saya maupun terjadi pada beberapa orang - kita puasa cuma dapat lapar dan dahaga saja. Sebab ketika puasa banyak dari kita yang masih ngomongin orang lain terus gak jarang pula mengumpat. hufftt, kit memang masih perlu meningkatkan lebih banyak lagi ya. Salam :3

    BalasHapus