Minggu, 29 Maret 2015

MILAD YDSF KE 28, AA GYM DAN BU RISMA DALAM SATU PANGGUNG

sumber : facebook YDSF

YDSF Surabaya yang telah berumur 28 tahun mengadakan MILAD nya di Balai Kota Surabaya, Minggu, 29 Maret 2015 sejak pukul 06.00 WIB. Puncak peringatan Milad ini ditandai dengan diadakannya Jalan Sehat yang diikuti oleh perwakilan dari komunitas-komunitas yang berada dalam naungan YDSF, para donatur dan koordinator donatur dan juga pengurus serta karyawannya. Sekitar 1000 kupon secara gratis habis dalam waktu yang relatif singkat. Jalan Sehat kali ini mengambil rute Jl. Walikota Mustajab – belok kanan – ke arah Surabaya Plaza – belok kanan – Jl. Yos Sudarso – dan berakhir kembali di Jl. Sedap Malam (Pintu timur dari Balai Kota). Beberapa hadiah menanti sebagai door prize yang dibagi dengan jalan mengundi kupon.
sumber : facebook YDSF

sumber : facebook YDSF

sumber : facebook YDSF

sumber : facebook YDSF

Acara kedua dan merupakan puncak acara Milad kali ini adalah dihadirkannya Aa Gym, Pengasuh Ponpes Daarut Tauhid Bandung sebagai penceramah. Rencana awal, acara dimulai pukul 09.00 WIB, tapi maju satu jam lebih awal karena para jamaah sudah memenuhi hampir semua kursi undangan. Aa Gym hadir lebih dulu, dan waktu pembacaan ayat suci Al-Quran, Ibu Risma hadir tepat pukul 08.50 WIB.

Acara sambutan awal diwakili oleh Ir. Abdul Kadir Baraja selaku Ketua Pengurus YDSF Surabaya. Pak Kadir mengungkapkan fakta-fakta yang terjadi diantara sesama sekolah Islam, sesama LAZ, sesama Pesantren, sesama ustadz dan sesama Pengurus Masjid yang kadang saling jelek menjelekkan. Budaya ini harus dihilangkan dan diganti dengan budaya dialog yang saling membangun. Tidak ada persaingan, yang ada adalah saling berbagi tugas dalam berdakwah. Energi harus dihemat untuk mengurusi hal-hal yang lebih besar, yang menyangkut umat. YDSF pun saling berbagi tugas dalam dakwah dengan komunitas-komunitas yang ada. Semua harus saling bersinergi dan bekerja sama.

Sambutan selanjutnya dari Ibu Walikota Surabaya, Tri Risma Harini. Berkerudung hijau dan berbaju batik bermotif senada, Bu Risma mengucapkan terima kasih kepada YDSF Surabaya yang punya andil dan kepedulian pada permasalahan umat. Ini merupakan sinergi yang indah antara Pemkot dengan LAZ yang ada. Pemkot tidak akan mampu berjuang sendirian tanpa ada dukungan dan peran serta aktif anggota masyarakat Surabaya. Baca selengkapnya di sini.

Add caption



Dalam kesempatan ini Aa Gym dan Bu Risma duduk dalam satu deret bersama pengurus YDSF lainnya. Tepat pukul 09.20 WIB Aa, panggilan akrab beliau, memulai tausiahnya. Kali ini mengambil tema “Menjadi Pribadi yang Ahli Jujur Ahli Bersyukur”. Aa banyak menjelaskan bahwa sandaran kita haruslah hanya pada Allah SWT, bukan pada makhluk-Nya. Kita harus siap-siap kecewa dan sakit hati kalau sandaran itu ditujukan pada suami, anak-anak, orang tua, pemimpin atau diri kita sendiri. Hanya pada Allah. Pribadi yang bersyukur, lisannya akan mudah mengucap syukur dan terima kasih. Alhamdulillah adalah kata yang tepat untuk itu.

Rizki dan hidayah itu datangnya hanya dari Allah SWT. Punya anak-anak hafidz Quran, jangan sombong, itu Allah yang menggerakkan dan mengijinkan. Kita harus jadikan anak-anak yang kenal dan dekat dengan Allah. Anak punya rasa syukur ke Allah, sehingga nantinya anak pun akan memuliakan orang tuanya. Didiklah anak untuk yakin pada Allah dan yakin Allah yang mencukupkan.Kalau pun sedekah gak usah mikir-mikir karena kalau banyak mikir akan cenderung kikir.

Kita harus manfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk dekat pada Allah. Berjuang di jalan Allah dan point terakhir syukur itu boleh ditampakkan, asal tidak membuat kita ujub dan riya. Karena semua yang kita punya, kehebatan yang kita miliki, itu datang dan berasal dari Allah. Sebagai pemimpin, jangan banyak di puji. Prestasi dan kehebatan itu berasal dari Allah. Karena pujian itu seringkali menggelincirkan manusia. Kehebatan yang tampak di diri kita itu adalah karena Allah masih berbaik hati dengan menutup aib-aib kita. Makanya jangan terlalu bangga untuk dipuji. Semuanya harus kita kembalikan pada Sang Penguasa hidup, Allah SWT.

Semoga bermanfaat.

PESAN BU RISMA, SATU DARI 50 TOKOH TERBAIK DUNIA : “JAGA ANAK-ANAK KITA”

sumber : itookuciwawa.blogspot.com

Dalam acara Jalan Sehat dan Tabligh Akbar Milad YDSF ke 28, Bu Risma, salah satu walikota tebaik dunia hadir, juga pembicara utama Aa Gym yang tiba satu jam sebelum acara di mulai. Milad ke-28 kali ini dipusatkan di Balai Kota Surabaya bekerjasama dengan Pemerintah Kota, komunitas-komunitas dan beberapa pihak lain.

Mengawali sambutannya, Bu Risma mengucapkan terima kasih kepada YDSF yang telah bersama-sama berjuang dan berperan aktif untuk turut mengentaskan dan memberdayakan ekonomi para PSK Dolly yang terkena dampak penutupan. Pemkot Surabaya tidak bisa berjuang sendiri tanpa partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan kali ini YDSF, memberikan sumbangsih kepada eks PSK Dolly bantuan senilai lima puluh juta untuk pemberdayaan kehidupan mereka selanjutnya.

Bu Risma menjelaskan, di Sukolilo, Keputih saat ini Pemkot Surabaya menampung sekitar 1300-an orang gila yang dikumpulkan dari razia di jalan-jalan. Sekitar 95% dari mereka bukan warga Surabaya. “Mereka adalah sama-sama ciptaan Allah, Saya tidak mungkin mengembalikan mereka ke jalanan. Kami (Pemkot Surabaya) tetap merawat dan memantau mereka.” Jelas Bu Risma

Pemkot juga merawat dan membina sekitar 40-an anak yang sudah dibuang oleh orang tua atau lingkungannya. Dalam usia dini (sekitar kelas 5-an SD) mereka sudah terbiasa mencopet, minum-minuman keras dan tindakan lain yang tidak biasa dilakukan anak seusia mereka. Anak-anak itu ditampung dan dirawat di Kampung Anak Negeri. Sebagai orang tua, kita sering mengecap mereka sebagai “Anak Nakal”. Tapi sebenarnya mereka punya potensi asal kita rawat dengan baik dan penuh kasih sayang. Untuk anak-anak yang terkena dampak kecanduan narkoba (narkoba addict)  dan dampak kecanduan seks (Sex addict),  Bu Risma menampung dan merawat mereka di tempat khusus dan tidak bisa digabungkan dengan anak-anak lain.

Bu Risma juga berpesan kepada para orang tua, guru-guru dan semua yang hadir untuk lebih peduli pada anak-anak, tidak hanya anak kandung, tapi juga anak-anak tetangga. Saat ini anak-anak yang notabene generasi penerus bangsa tengah berjuang menghadapi berbagai macam gempuran, tidak hanya Narkoba dan obat-obatan terlarang. “Para Guru yang hadir saya minta untuk tetap mengawasi anak-anak didik, meskipun saat istirahat, terutama cek di kamar kecil dan toilet sekolah.” Pesan Ibu Walikota.

Dalam kesempatan ini Bu Risma mengkhawatirkan anak-anak yang  saat ini terkena dampak kemajuan teknologi internet. Banyak dari mereka yang sudah tahu dan menyimpan gambar-gambar jelek (porno) di handphone masing-masing. Bu Risma juga disambati salah seorang Bapak yang anaknya hamil di usia belia (15 tahun) karena dihamili anak tetangganya.
“Jaga anak-anak kita, saya benar-benar minta tolong.” Pungkas pemimpin Surabaya di akhir sambutannya.