Sabtu, 06 September 2014

REUNI COLUMBIA DI PERNIKAHAN LILA-DIAN



Malam ini, 6 September 2014, akhirnya sahabat terbaikku, Laila Nur Kulsum melangsungkan resepsi 
pernikahannya. Bertempat di pelataran sebuah masjid besar dengan apitan dua danau buatan di kanan-kirinya di daerah Rungkut, Surabaya.
Foto menjelang berangkat

Ada perasaan haru, gembira dan lega begitu mobil yang kami tumpangi mengambil posisi di sekitar halaman masjid. Haru, karena teman lama akhirnya diijabah doa-doanya untuk dipertemukan dengan jodohnya oleh Allah SWT. Gembira, karena dipastikan ini ajang reuni akbar jilid II untuk keluarga besar mantan karyawan PT. Columbia, Surabaya. Begitu kaki menginjak halaman masjid yang tampak rombongan dari keluarga Aprida Kartini dan Ika Permata sari. Kami beriringan menuju tempat resepsi.

Masuk ke red carpet, suasana sudah rame banget. Semua tumplek blek, terlihat pengantin bersanding di pelaminan dengan gagah dan cantiknya. Bak raja dan ratu semalam (memang iya, kan besok sudah selesai acaranya).Yang membuat surprise adalah para hadirin dan hadiratnya. Mereka kebanyakan adalah teman-teman lama yang nggak bersua. Masing-masing saling cipika-cipiki dengan bahagianya. Acara ini mempertemukan insane-insan Columbia yang sekarang sudah berpayung pada perusahaan masing-masing. Ada P******, M*****, R*******, dan P******* dan perusahaan  lainnya.
Ketemu si centil "Atik HRD"

Suasana ramah tamah diisi dengan ngobrol, foto-foto bersama, dan menjalin silaturahmi yang sempat terputus karena perbedaan ruang dan waktu. Ada “Si Om Hari” yang tetap dengan gaya santainya, “Si Olive” yang lamaaa nggak ketemu, dan beberapa teman dari divisi accounting era sebelum krismon 1998. Ternyata waktu itu cepat berlalu. Kadang masih terlintas saat-saat  kebersamaan dalam menunaikan tugas di saat Krisis Ekonomi 1998. Banayak teman-teman yang mengalami perampingan dan dirumahkan. Tapi mereka memang orang-orang yang pantang menyerah, selalu memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Terbukti sekarang ini, mereka menjadi orang-orang sukses.


Bersama teman-teman ex CLB SBY


Tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri. Waktu bergerak, umur bertambah, rambut pun tumbuh dengan dua warna. Tapi cerita masa lalu itu banyak menjadi saksi akan perubahan yang terjadi hingga saat dan detik ini. Orang kuat akan selalu mencari jalan dan solusi atas permasalahan yang menghadang. Sedang orang lemah akan menyerah dan membiarkan dirinya terseret waktu untuk kemudian hanya menyesali akan detik-detik yang telah berlalu. Sedang dia belum apa-apa, masih jalan di tempat.

Selamat menempuh hidup baru sobat, semoga sakinah, mawadah dan warahmah. Amiin. 




2 komentar: