Kamis, 18 September 2014

KEPEDULIAN PIMPINAN PERUSAHAAN PADA BUDAYA LITERASI DI TEMPAT KERJA



Buku pinjaman yang bermanfaat


Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis yang baik yang dimiliki seseorang. Kebiasaan ini bukan hanya dikembangkan dalam dunia pendidikan semata. Sekolah atau kampus sudah memjadi hal yang lumrah untuk tumbuh
dan berkembangnya budaya yang satu ini.

Kalau di tempat kerja atau ruang lingkup perusahaan, budaya baca dan tulis ini jarang mendapat perhatian. Tapi Alhamdulillah, di lingkungan kerja saya, dunia yang sangat berhubungan dengan buku, pengetahuan, tumbuhnya sikap kritis ini mendapat tempat dan menjadi perhatian Pimpinan Perusahaan.

Adalah Bapak Eddy Umar, seorang yang serba bisa dalam segala hal (dalam penilaian saya), telah membudayakan suatu kebiasaan yang positif. Dalam berbagai kesempatan beliau menekankan pentingnya membaca, bukan hanya membaca buku, tapi bacaan lain yang menambah wawasan dan pengetahuan para karyawannya. Beliau bukan hanya menyuruh, tapi langsung memberi contoh nyata, dan memang bukan isapan jempol belaka. Pengetahuannya sangat luas  di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum dan lainnya. Permainan dan olahraga apapun juga berhasil beliau kuasai, dari catur, main bola, bulu tangkis, tenis meja dan aneka alat music juga dengan gampang beliau mainkan. Tidak asal asbun, sekalipun beliau Pimpinan tertinggi, selalu membuat kami, karyawannya kagum pada talenta yang dimiliki.

Di ruang kerjanya, di mobil atau di rumahnya, banyak dijumpai buku-buku dari bermacam sumber. Dari agama, politik, humor, computer, akuntansi, marketing, motivasi dan lain sebagainya. Entah berapa banyak yang beliau investasikan untuk membeli buku dengan jumlah yang tidak sedikit itu. Kami, karyawannya tentunya berbahagia dengan sikap Pak Bos satu ini. Secara bergilir, kami disuruh baca koleksi bukunya dan pada saat meeting bersama, diharapkan dapat mempresentasikan dihadapan karyawan lainnya untuk mengambil hikmah dan pesan apa yang terkandung dalam sebuah buku.

Suatu usaha dan perhatian yang perlu ditiru oleh pimpinan perusahaan lainnya,dalam lingkup apapun. Usaha seperti ini perlu mendapat dukungan dari semua elemen bangsa. Langkah ini kecil, tapi banyak memberi arti untuk kemajuan orang lain. Manfaatnya pun akan kembali pada perusahaan tempat kami-kami ini mengabdi. Karena pengetahuan, wawasan dan kepandaian tidak hanya didapat dari bangku sekolah. Ada ilmu yang lebih besar untuk kita pelajari, adalah ilmu hidup yang bukan hanya berasal dari buku saja.

Pak Bos mengajarkan pada kami arti berbagi. Bukan sebatas materi, tapi ada suatu hal yang jauh lebih besar dari itu. Berbagi pada orang lain dengan potensi yang ada pada diri kita, dilakukan dengan ikhlas dan bertujuan untuk membawa manfaat pada banyak orang.

6 komentar: