Sabtu, 30 Agustus 2014

MELESTARIKAN JAMU, MEMAJUKAN BUDAYA BANGSA INDONESIA



“Jamu beras kencur mas, jamu sinom, jamu galian singset, jamu kuat lelaki, jamu sehat perempuan, monggo jampine…” 
suara Mbak penjual jamu yang rutin terdengar sepanjang sore di jalanan kampung, membuat orang tua dan anak-anak kecil tertarik untuk membelinya.

Di kantor pun minum jamu

Tidak berubah, ya…selama puluhan tahun yang lalu, sejak saya masih balita, suara Mbak Sumi, perempuan sederhana asal Solo selalu terdengar menyapa pembeli setianya setiap pagi dan sore. Meskipun kini usianya mendekati setengah abad, Ia tidak berganti profesi, hanya tampilan jualannya saja yang mengalami perubahan. Dulu ia menggendong beberapa botol cairan berbeda warna, yang diyakini khasiatnya secara tok cer untuk menyembuhkan beberapa keluhan sakit yang di derita pembelinya, dengan ember kecil yang dijinjing di tangan kanannya dan gendongan itu pun berwarna khas, selendang batik lurik, di padu jarik sidomukti dan berkebaya lurik warna coklat. Tak lupa rambutnya di gelung khas orang Jawa. Kini jualannya memakai gerobak dorong, yang mampu memuat lebih banyak botol-botol jamu, lebih efisien, lebih  hemat tenaga dan lebih variatif item jualannya. Ada gorengan, kue basah dan aneka krupuk. Tampilan diri pun mengalami modernisasi, gelung itu berganti baju panjang dan rambutnya tertutup hijab warna senada.

Jamu sambiloto, jamu brotowali dan jamu sinom dengan background gerobak jamu milik Mbak Sumi

Jamu yang menjadi favorit saya adalah beras kencur dan sinom, kadang juga di selingi dengan jamu sambiloto. Cairan ini berwarna coklat muda, berasa pahit, tapi khasiatnya sangat manjur untuk menghilangkan gatal-gatal pada kulit. Saya masih ingat Ibu sering pesan jamu daun luntas ke Mbak Sumi, jenis ini sangat mujarab untuk menghilangkan bau badan secara alami, tanpa deodorant pun, rasa percaya diri tetap tinggi.

Untuk menjaga stamina, Ibu saya rutin mengkonsumsi jamu sehat perempuan. Dengan cekatan Mbak Sumi menyeduh satu sachet jamu kemasan bentuk bubuk dengan beberapa bagian air hangat, dicampur madu dan jeruk nipis. Dalam hitungan menit segelas kecil jamu khusus untuk wanita itu telah berpindah tangan. Sruup, minuman herbal asli Jawa ini pun tandas diminum Ibu. Lain waktu kalau batuk datang tiba-tiba, Ibu biasa memakai resep sederhana, air perasan jeruk nipis ditambah kecap manis dalam satu sendok makan cukup menjadi obat penawar batuk.

Sejak muda Ibu menghindari mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung zat kimia, beliau lebih suka minum jamu, selain harganya lebih terjangkau, cara mendapatkannya mudah dan khasiatnya yang tidak diragukan dan relatif aman bagi tubuh. Jamu sudah terbukti secara turun temurun mengobati berbagai keluhan sakit dan menjaga kesehatan.

Sejarah jamu memang tidak diketahui secara pasti, tetapi hal ini dihubungkan pada kebiasaan di abad 17 pada Kerajaam Hindu Mataram. Berhubungan pada kebiasaan putri-putri keraton untuk menjaga kesehatan dan kecantikan diri di depan suami, mereka menggunakan jamu dan kosmetik herbal. “Acaraki” adalah sebutan bagi orang yang membuat jamu dan resep ramuan itu  terangkum dalam kitab Madhawapura's.

Rumphius , seorang botanis yang hidup pada masa pemerintahan Belanda di Indonesia yaitu tahun 1775 Masehi telah melakukan penelitian tentang jamu di Indonesia. Ia menerbitkan buku berjudul 'Herbaria Amboinesis'. Sebuah penelitian sains terhadap jamu, Pusat Penelitian Pengobatan Herbal di Taman Botani Bogor. Yang hasil akhirnya adalah diterbitkannya buku berjudul 'Medical Book for Children and Adults' (Buku Kesehatan bagi Anak dan Orang Dewasa), yang disusun oleh E. Van Bent .

Orang-orang Jawa sudah terbiasa minum jamu sebagai alternatif pengobatan berbagai macam penyakit dan untuk menjaga kesehatan tubuh. Dari tingkatan rakyat biasa hingga masuk pada keluarga keraton, semua mengkonsumsi jamu. Selain jamu asal Jawa yang dikenal luas, bumi nusantara juga mempunyai jamu asal Madura,  uniknya jamu Madura ini tidak hanya diperuntukkan bagi manusia, tetapi binatang juga minum jamu, seperti sapi aduan, kambing aduan juga menjadi penikmat jamu. Jamu lainnya dikenal dengan Jamu Sunda, Jamu Kalimantan, dan lainnya.

Ada banyak jenis tanaman obat untuk bahan jamu, tetapi sebagian besar yang umum dikenal adalah :

-          Yang berasal dari rempah daun, diantaranya :
1.   Jahe, berkhasiat sebagai penghangat tubuh. Biasa dikonsumsi dalam bentuk wedang jahe, cocok digunakan sebagai pengusir hawa dingin, dan digunakan juga sebagai obat masuk angin.
2. Temulawak, berkhasiat sebagai anti oksidan, menjaga kesehatan fungsi hati, melancarkan asi,      mengurangi radang sendi dan nyeri, menyembuhkan nyeri haid, mempengaruhi fungsi pencernaan dan mencegah terjadinya penggumpalan darah.
3.   Lempuyang, berkhasiat sebagai penambah darah, obat rematik, pereda nyeri lambung, obat   asma dan pengurang rasa sakit.
4.    Kencur, berkhasiat sebagai obat sakit kepala, masuk angin, batuk, obat keseleo, radang sendi dan perut mulas.
5.   Bengle, berkhasiat sebagai obat sakit kuning, demam, sakit kepala, batuk berdahak,         sakit         kuning, reumatik, cacingan dan sebagai ramuan jamu bagi wanita yang habis melahirkan.
6.   Lengkuas, berkhasiat sebagai obat panu, kurap, bronchitis, masuk angin, diare, obat       kembung, dan pembersihan sehabis nifas.

-          Yang berbentuk buah, diantaranya :
1.      Ceplukan, Nyamplung.
2.    Jeruk Nipis, berkhasiat obat batuk, obat penurun panas, dan obat pegal linu. manfaat lainnya sebagai obat disentri, sembelit, ambeien, haid tidak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing/vertigo, suara serak batuk, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu/demam, menghentikan kebiasaan merokok, amandel, penyakit anyang-anyangan, mimisan, radang hidung (getahnya), dan lain sebagainya.

-          Yang berbentuk daun, diantaranya : secang, sambaing, brotowali dan adas.

 
Bahan-bahan jamu


Sejak kecil, saya suka mengobok-obok dagangan jamu milik Mbak Sumi. Dengan terbata-bata karena baru bisa membaca, saya sebutkan satu persatu item jamu miliknya. Ada jamu pegal linu, jamu bersih darah, jamu sekalor (untuk Mata), jamu sehat perempuan, sehat lelaki, jamu bersalin lengkap, jamu selokarang dan lainnya. Jenis jamu yang dijual Mbak Sumi dan penjual lainnya umumnya tidak jauh berbeda dalam nama, diantaranya : beras kencur, sinom, brotowali, puyang, kudu laos, gopyokan, pahitan, suruh atau daun sirih, dan daun luntas. 

Jamu pun telah mengalami perubahan bentuk seiring perkembangan jaman. Dulu kita kenal jamu dalam bentuk cair dan diisikan kedalam botol-botol dan bubuk dalam kemasan kertas yang sangat sederhana. Saat ini jamu bisa berbentuk tablet, cair dalam kemasan praktis, bentuk permen, bubuk, pudding, ice cream dan manisan.

Upaya Melestarikan jamu tradisional dan mendorongnya untuk diakui dunia dalam hal ini UNESCO adalah sebagai berikut :

  1. Mensosialisasikan minum jamu secara luas di masyarakat Indonesia.
Jamu sabagai warisan budaya yang turun temurun, akan hilang seiring waktu apabila kita sebagai pemilik budaya itu bersikap acuh, masa bodoh dan tidak peduli akan kelestariannya. Generasi sekarang harus diperkenalkan minum jamu sejak dini. Berita baiknya adalah menurut riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan pada tahun 2010, sekitar 59,12 % penduduk Indonesia pernah mengkonsumsi jamu dan sekitar 95% dari jumlah itu merasakan khasiat jamu bagi kesehatannya. Angka ini merupakan modal awal dan membangkitkan rasa optimis untuk gerakan membumikan jamu di Indonesia. Kita harus bangga pada produksi asli Indonesia, dan kebanggan itu diwujudkan dengan bersama-sama mempertahankan jamu sebagai warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya.

Saya pun tertarik dengan cara sederhana Mbak Sumi memperkenalkan jamu pada pelanggan kecilnya. Dua keponakan saya yang berumur tiga dan lima tahun biasa minum jamu. Plastik es lilin wadah jamu sinom yang dibeli anak-anak oleh Mbak Sumi ditarik kedua ujungnya, kadang ditambah dua tarikan di bagian atas. Setelah diisi jamu cair tampaklah wadah itu berubah menjadi seperti bentuk katak. Lucu dan kreatif, sehingga anak-anak tertarik untuk meminumnya.

Untuk kita yang lebih dewasa, nggak mungkin pakai cara demikian. Pada jaman yang lebih modern ini, sosialisasi minum jamu bisa dilakukan dengan diadakannya event minum jamu bareng pada kegiatan yang banyak melibatkan masyarakat luas. Contohnya pada waktu car free day setiap pekannya. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang atau Yogyakarta “car free day” banyak menyedot animo masyarakat, dari umur balita hingga manula. Perusahaan-perusahaan jamu bisa bekerjasama dengan Pemerintah Kota setempat untuk memperkenalkan aneka produknya pada masyarakat luas. Untuk menambah daya tarik, bisa juga bekerjasama dengan penjual jamu gendongan/gerobak yang biasa berjualan di wilayah setempat. Tentunya tempat jualannya dihias sedemikian rupa sehingga menarik.

Edo, bocah kecil ini pun penikmat setia jamu sinom

  1. Setia mengkonsumsi jamu dimanapun kita berada.
Saya salut pada beberapa teman yang saat ini bekerja di luar negeri. Mereka tetap menggunakan produk jamu untuk menjaga kesehatannya. Contohnya Mbak Tiara, sudah empat tahun ini tinggal dan bekerja di Hong Kong, tapi kebiasaan mengkonsumsi Jamu tidak ditinggalkannya. Beruntung beberapa toko milik orang Indonesia pun setia menjual produk turun temurun ini. Memang item produknya sangat terbatas, tempat penjualannya juga terbatas dan harganya pun berbeda lumayan jauh. , tapi mereka adalah penikmat setia jamu sekalipun jauh di negeri orang.

Teman-teman di Hong Kong setia menjadi penikmat jamu

Mbak Sulis di Taiwan pun setia mengkonsumsi produk jamu untuk menjaga kesehatan

Contoh kedua adalah Jaini, teman lama yang sekarang tinggal dan bekerja di Riyadh, Saudi Arabia. Dalam menjaga stamina, lelaki kecil ini terbiasa mengkonsumsi produk jamu asal Indonesia. “Nggak sulit untuk mendapatkannya, Mbak. Tinggal cari toko asal Indonesia, pasti produk itu tersedia.”

Jaini dan teman-teman kerja di perusahaan transportasi di Riyadh, Arab Saudi

  1. Inovasi Produk dan pengembangan kreatifitas.
Untuk mengangkat citra jamu tradisional di pasar nasional atau Internasional diperlukan inovasi dibidang produk, tentunya sudah mendapat legalitas dari pihak terkait. Selama ini kita mengenal rasa jamu yang sama, hanya satu kata, “pahit”. Kondisi ini harus diupayakan untuk bisa merubah rasa jamu tanpa mempengaruhi atau merubah khasiat dari produk asalnya. Bisa dikombinasikan dengan tumbuhan lain yang akan menghasilkan rasa yang lebih “nendang” di lidah para penikmat jamu. Misalnya produk akhir itu berasa  aneka buah.
Pengembangan kreatifitas dalam kemasan jamu juga perlu mendapat perhatian. Kemasan jamu harus dibuat semodern mungkin, tanpa mengurangi khasiat aslinya. Kemasan yang ramah lingkungan, bisa bertahan lebih lama, menarik minat tanpa bahan pengawet akan menjadi acuan. 

  1. Pemerintah harus bisa menjamin ketersediaan tanaman obat-obatan.
Tidak bisa dipungkiri dengan bertambahnya penduduk, menyempitnya lahan pertanian, beralihnya fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman akan menjadi penyebab berkurangnya ketersediaan tanaman obat-obatan. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian harus mampu menjaga ketersediaan bahan pembuat jamu itu. Petani tanaman obat harus mendapat kemudahan dan insentif khusus bila mampu meningkatkan produksinya. Beralihnya fungsi lahan harus benar-benar mendapat perhatian serius. Selain itu harus ada pendampingan, pelatihan dan penyuluhan yang kontinyu dari petugas penyuluh setempat kepada petani tanaman obat agar hasil panen mereka stabil dan mutunya konstan seperti yang diharapkan.
          
  1. Sinergi antara Pemerintah, Pengusaha Jamu dan Produsen Jamu konvensional dalam upaya meningkatkan mutu produk.
Mutu produk jamu yang memenuhi syarat-syarat kesehatan, higinitas dan tanpa adanya tambahan bahan-bahan kimia harus menjadi landasan kerjasama aktif ini. Ditemukannya beberapa produk jamu yang mengandung bahan kimia obat (BKO) dan berbahaya bagi kesehatan oleh BPOM mencederai kepercayaan masyarakat pengkonsumsi jamu. Akan muncul rasa was-was dan takut untuk mengkonsum jamu mengingat bahaya yang timbul dari bahan-bahan kimia tersebut. Pemerintah harus mampu mengedukasi Pengusaha jamu yang bermitra dengan produsen jamu konvensional untuk mampu menghasilkan produk yang benar-benar bebas dari bahan kimia. Pelatihan tentang peningkatan mutu produk harus rutin dilakukakan. Produk jamu yang sekarang harus tetap sama mutunya dengan jamu yang dulu diproduksi oleh leluhur kita. Tanpa ada niatan curang untuk memperoleh keuntungan semata dan mengabaikan keselamatan orang banyak.

Contohnya bisa dilakukan pada komunitas jamu Mbok Gendong yang ada di Jabodetabek. Komunitas ini sangat perlu mendapat pelatihan dari Kementerian terkait untuk mendapat pengetahuan tentang higinitas produk jamu mereka. Berawal dari proses pemilihan bahan, proses produksi hingga proses pengemasan hasil produksi. Jamak saya lihat sekarang ini, botol tempat jamu cair bukan botol sewaktu kecil saya melihatnya.Wadah itu berganti dengan botol-botol plastik bekas kemasan air mineral yang harusnya digunakan sekali pakai, untuk kemudian harus dimusnahkan. Tentunya akan menimbulkan hal yang  kontradiksi, di satu sisi dengan minum jamu kita ingin sehat, tapi dari sisi wadah akan menimbulkan masalah kesehatan baru nantinya.

  1. Sosialisasi saintifikasi jamu yang lebih luas pada masyarakat, dokter, apoteker dan produsen jamu.
Saintifikasi jamu adalah sebuah upaya dan proses pembuktian secara ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan , tidak hanya berdasarkan pengalaman turun menurun , namun khasiat jamu dibuktikan secara keilmuan melalui penelitian. Program ini menghasilan banyak dokter jamu yang telah ditugaskan di puskesmas-puskesmas Indonesia. Dokter jamu ini mendapatkan sertifikat dan dalam tugasnya merekomendasikan penggunaan jamu yang telah lolos dari riset penelitian ilmiah. Pemerintah harus bekerja cepat agar lebih banyak dokter, apoteker dan tenaga kesehatan lainnya mendapat pelatihan Saintifikasi jamu yang telah berjalan sejak tahun 2012. Diharapkan masyarakat umum nantinya bisa lebih memilih pengobatan dengan produk jamu dan mulai beralih dari pengobatan medis ke pengobatan non medis.

  1. Sosialisasi lebih aktif mengenai prosedur dan kemudahan izin edar produk.
Potensi pasar jamu nasional sejatinya masih bisa ditingkatkan, dari tahun ini yang berkisar 13 triliun pertahun. Dengan bermacam-macam produk, pengusaha jamu ataupun produsen jamu kecil yang tergabung dalam Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI) masih banyak yang merasa kesulitan mendapatkan izin edar produknya. Pemerintah harus mampu menjawab kendala-kendala ini dengan banyak melakukan sosialisasi, pelatihan dan pembinaan secara intensif.
Potensi pasar ekspor juga masih terbuka lebar. Diharapkan nilai ekspor produk jamu ke luar negeri lebih meningkat dan maksimal di tahun-tahun mendatang.

  1. Promosi aktif dari Pemerintah, dalam hal ini Kementrian Perdagangan untuk lebih memperkenalkan Pasar Nguter di kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo sebagai pusat produksi dan pemasaran jamu di Indonesia. 
Pasar Jamu Nguter, harus mendunia


Pasar Nguter yang telah dibangun secara modern, harus mampu menjadi pusat penjualan terbesar jamu. Di sini banyak juga didapati pembeli jamu asal Malaysia, Singapura dan dari negara lain.

Desa Nguter,kecamatan Nguter, kabupaten Sukoharjo juga dikenal sebagai kampung Jamu. Di sini sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai penjual jamu. Bila kita tanyakan banyak dari penjual jamu gendongan itu berasal dari daerah ini. Untuk itu Kementrian Pariwisata dan ekonomi kreatif bisa memperkenalkan desa ini sebagai tujuan wisata budaya dilihat dari keunikan, ketradisionalan dan nilai-nilai/mitos yang terkandung dalam proses pembuatan jamu.

Ucapan selamat datang di Kampung Nguter


      9. Blogger mendukung upaya kelestarian jamu
 
Dunia maya menjadi sarana lain dalam memperkenalkan jamu sebagai warisan budaya Indonesia. Saya sebagai blogger sangat mendukung upaya pelestarian jamu, sehingga jamu tetap dikenal, dicintai dan dibanggakan oleh masyarakat Indonesia.
Perusahaan-perusahaan jamu dan pihak terkait dapat bekerjasama dengan komunitas-komunitas blogger yang ada untuk mengadakan kegiatan semacam sarasehan tentang jamu, tantangan dan upayanya untuk tetap eksis, dimana hasilnya diberitakan secara aktif oleh peserta yang hadir lewat blog masing-masing. Ini upaya kecil, tetapi akan sangat berarti, karena sekali posting, ada banyak pembaca yang sebelumnya tidak kenal menjadi kenal, tidak cinta akan tumbuh kecintaannya untuk mengunakan produk asli Indonesia ini. Kaum muda Indonesia harus punya andil untuk mempercepat proses pengakuan Jamu oleh UNESCO sebagai warisan dunia buah karya Bangsa Indonesia.


Kesembilan langkah diatas mudah-mudahan menjadi masukan yang berharga untuk mempertahankan dan melestarikan jamu. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mencintai budaya luhur yang telah diwariskan nenek moyang kita.


Tulisan ini disertakan dalam Lomba Penulisan Artikel jamu di blog dengan tema “Lestarilah Jamu Indonesia” yang diselenggarakan oleh PSB Biofarmaka (PSB LPPM-IPB).



Referensi :
  1. http://biofarmaka.ipb.ac.id/biofarmaka/2014/Flyer%20Lomba%20Penulisan%20Artikel%20Jamu%20di%20Blog.pdf
  2. http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-article/748-fgd-in-the-framework-of-market-development-jamu-industry-in-sukoharjo-central-java-2013
  3. http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-article/633-business-meeting-of-biopharmaca-research-center-gp-jamu-2013
  4. http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-article/888-benefit-of-key-lime-citrus-aurantiifolia-cristm-swingle-2014
  5. http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-info/501-info-jamu-as-world-cultural-heritage-2013

67 komentar:

  1. Komplit sekali Mbak....kereeennnn ! Sukses yaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat ya mbak :D semoga tambah sukses juga deh

      Hapus
  2. Saya suka artikel ini. Inspiratif.

    Sayang para pejuang jamu (penjual jamu) sudah nyaris punah di perkotaan. Semisal di Surabaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka sulit bertahan hidup karena kita sebagai penikmat jamu sudah banyak berpindah ke lain hati.

      Hapus
  3. Wah jamu sampai luar negeri yaa... hebatttt... mksih sudah sudi berkunjung di blog saya. sukses ya mbak. semoga menang... aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, mas Dhani, jamu pun go Internasional. Kalau di Hong Kong ada kesulitan untuk ijin edarnya, tidak bisa dijumpai di sembarang tempat. Peraturan di sana sangat rumit dan ketat. Beruntung masih ada toko milik orang Indonesia yang masih menjual jamu.

      Hapus
  4. inovasi jamu skrg beragam ya... Semoga hal ini membuktikan bahwa jamu Indonesia akan terus lestari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jamu akan lestari kalau memang ada kemauan dari rakyat Indonesia untuk melestarikannya. Jangan sampai setelah diklaim pihak lain (contoh : Malaysia), baru kita teriak-teriak itu sebagai produk kita.

      Hapus
  5. Jamunyan sampai luar negeri ya.

    BalasHapus
  6. Ya Mbak, keren ya potensi jamu kita untuk go Internasional. Ayo yang di dalam negeri juga berperan aktif.

    BalasHapus
  7. dulu saya juga suka minum jamu gendong, sekarang jarang,hehe sukses ya buat lombanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal ya Mbak, untuk sekarang dimulai lagi suka minum jamu gendongannya. Cuma harus perhatikan kebersihannya.

      Hapus
  8. Balasan
    1. Yukk Lila, ayo berlari-lari mengejar sepeda Mbak jamu, yang sering lewat di depan kantor.

      Hapus
  9. Tulisan artikel kamu sudah bagus. Artikel kamu tulis dengan bahasa komunikatif atau bahasa Tutur (cerita). Artikel kamu bisa digolongkan Cerpen yang berisi pengetahuan atau wawasan, melalui bahasa tutur cerpen maka pembaca tidak akan merasa digurui.
    Menulis di media sosial memang sebaiknya menggunakan bahasa bahasa tutur cerpen agar mudah dimengerti dan diterima oleh para pembacanya.
    So... berkarya terus dengan menulis... sukses selalu. amin

    BalasHapus
  10. Berikutnya komentarku tentang isi artikel kamu :
    Satu lagi bertambah artikel tentang jamu Indonesia yang ditulis oleh wanita Indonesia. Janganlah sampai terjadi artikel ttg jamu Indonesia ditulis oleh orang atau bangsa lain, apalagi ditulis oleh orang Eropa.
    Jamu memang sejak dulu merupakan warisan budaya dan pengetahuan asli bangsa Indonesia yang menggunakan bahan baku kekayaan alam Indonesia. Kalau dulu jamu banyak dikonsumsi oleh bangsawan atau orang menengah ke atas, sebaliknya saat ini jamu lebih banyak dikonsumsi oleh orang menengah ke bawah yang tingkat perekonomiannya pas-pasan atau kekurangan, karena mungkin biaya kedokteran mahal.
    Karena itulah, jamu masih memerlukan banyak promosi khususnya menengah ke atas melalui berbagai media. salah satunya ya media internet ini. Karena itu, tulisan artikel ttg jamu ini sangat mendukung untuk mempromosikan jamu dikalangan orang menengah ke atas. Dengan promosi seperti ini, mereka akan banyak tahu khasiat luar biasa dari jamu, bahkan banyak yang lebih hebat dari obat2 kedokteran.
    Karena itu jamu juga harus dikerjakan secara profesional, termasuk promosinya lho...
    Selogan terakhir : "Yok kembali hidup dengan alam dengan meminum Jamu Indonesia untuk menjadi Manusia Sehat dan Bahagia"

    BalasHapus
  11. Siip, ulasannya padat dan memberi banyak masukan agar warisan budaya satu ini tidak diklaim oleh negara tetangga seperti pasa kasus-kasus sebelumnya. Dan lewat penelitian yang terus-menerus dari pihak terkait akan mampu meyakinkan masyarakat yang selama ini fanatik pada obat-obat medis, untuk bisa beralih ke pengobatan non medis, salah satunya lewat jamu yang sudah berstandart kesehatan.

    BalasHapus
  12. Artikelnya sangat menginspirasi mbak, terutama bagi para entrepreneur indonesia untuk mengembangkan produk lokal khususnya produk herbal, seharusnya kita bisa seperti negara cina dan india yang produk herbalnya terkenal manjur di manca negara, karena indonesia kaya akan bahan bahan herbal, dimasa depan harus ada expert expert herbal dari indonesia. Sukses untuk artikelnya..

    BalasHapus
  13. Terima kasih Mbak Nur, salam kenal dari saya.Tiongkok dan India memang hebat dibidang yang satu ini, tapi kita tidak boleh kalah dengan mereka. Dari jumlah penduduk, ketiga negara ini menduduki peringkat atas dunia.Persaingan ini harus positif untuk memenangkan pasar di bidang produk herbal. Go Jamu Indonesia untuk menembusa pasar dunia yang lebih luas.

    BalasHapus
  14. Ulasannya lengkap banget mbak, semoga sukses yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bunda Ayunin, salam untu keluarga, dan selalu setia menggunakan produk Indonesia.

      Hapus
  15. tulisannya keren, menurut cerita sndri ya bu :) mantap nih sukses lombanya ya
    mksih juga udh ke blogku yg ini www.priangga.web.id/2014/08/bagaimana-nasib-jamu-indonesia.html :)

    BalasHapus
  16. Ya Mas. Sukses juga ya untuk artikelnya.

    BalasHapus
  17. Wah,.. lengkap banget! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ya...Sukses juga untuk artikelnya

      Hapus
  18. artikel yang menarik... semoga menang yaa...
    sukses selalu.... ^.^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal ya mbak. Amiin atas doanya. Yang penting bukan menang atau kalah, tapi ada upaya kecil dari kita untuk menunjukkan cinta dan bangga pada budaya bangsa kita.

      Hapus
  19. Wah, mba Rini informasi tentang jamunya luas banget. Saya sampe mencatat buku ini: Medical Book for Children and Adults' (Buku Kesehatan bagi Anak dan Orang Dewasa), yang disusun oleh E. Van Bent . Makasih banyak, yah ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Ima, salam kenal ya. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  20. yuk minum jamu.... :)
    sukses...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak. Semoga kita senantiasa menjadi penikmat jamu sejati, sehingga jamu tetap lestari.

      Hapus
  21. mantap artkelnya mbak.... jadi lebih paham masalah jamu nih....

    BalasHapus
  22. Terima kasih Pak Dhe, jangan hanya paham ya, tapi harus juga mencoba minum jamu, untuk pencegahan penyakit, juga kebugaran tubuh.

    BalasHapus
  23. Artikelnya bermanfaat banget. Mudah - mudahan Jamu bisa terus menjadi kebanggan budaya bangsa.

    BalasHapus
  24. Semoga ya Mas, dan jangan hilang dari tradisi bangsa ini.

    BalasHapus
  25. Sukses ya mbak...lombanya..:) ayooo rutin minum jamu...

    BalasHapus
  26. Terima kasih Mbak Dian, salam kenal ya

    BalasHapus
  27. wah ternyata pengguna setia jamu ya Mbak... :)

    BalasHapus
  28. Komplet masukannya Mak :)
    Semoga jamu makin berjaya di masa depan..

    BalasHapus
  29. Amin Mbak, dan semoga tidak dilupakan dan ditinggalkan oleh bangsa sendiri.

    BalasHapus
  30. orang pintar minum jamu ya mak heheh

    BalasHapus
  31. Siip. Ini bahasa iklan terkenal. Yang penting tujuan akhirnya untuk melestarikan jamu.

    BalasHapus
  32. Lengkap banget mbak.. bisa saya jadikan referensi buat belajar nulis.. hehw. Trimakasih ya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang mbak sulistyorini bila menulis hebat banget saya saja sempat terguguah untuk nulis lagi gara gara baca artikel artikel mbak sulistyorini

      Hapus
    2. iya nih, makasih infornya

      Hapus
  33. Terima kasih juga Mbak Sarah. Suskes juga ya

    BalasHapus
  34. Ayo Mbak Deka, ikutan juga lomba blognya. Pasti seru

    BalasHapus
  35. Sukses ya mba. Mari kita sebagai bangsa Produsen jamu ikut melestarikan jamu Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, semoga harapan kita semua menjadi kenyataan, jamu akan dinobatkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia hasil karya anak Indonesia.

      Hapus
  36. layak juara 1 mbak :) #blogwalk

    BalasHapus
  37. Mantab mbak Sulistyorini Rini !! (Akhirnya juara 1 juga)........!!

    S E L A M A T........

    BRAVO JAMU INDONESIA!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ya Mas, sukses juga untuk jenengan.

      Hapus
  38. Balasan
    1. wah, keren...
      juara satu yak..salamat :)

      Hapus

  39. MINAT PIN BB: 582F8501 HUB/SMS:0851-4515-5828 SPESIAL HARGA PROMO TERBARU & TERPERCAYA DI GUNUNG MAS PONSEL : Produk yang Kami Tawarkan Semuanya asli original, Ada Garansi Resmi Distributor. dan Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya. klik web resmi kami di http://gunungmas-phone.blogspot.com/
    Ready Stock ! Apple iphone 5 32GB Rp.2.500.000,-
    Ready Stock ! Apple iPhone 5S 32GB Rp.3.000.000,-
    Ready Stock ! Apple iPhone 6 plus 32gb Rp.4.000.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy E5 E500H Putih Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy E7 E700H Putih Rp. 1.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S5 Rp.2.000.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S6 32GB Putih Rp.3.300.000
    Ready Stock ! Samsung L9100 Galaxy S2 - Black Rp.900.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 7.0-16GB-Putih Rp. 1.300.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 8.0-16GB-Putih Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Note N7000 - Black Rp. 1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 2 (7.0) Rp. 900.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 10.1-16GB-Putih Rp.1.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Note N7000 - Pink Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White Rp.400.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Note Edge 32GB-Hitam Rp. 2.700.000.
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Alpha SM-G850-32GB-Gold Rp. 2.000.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Grand 2-8GB-Putih Rp. 1.200.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Mega 6.3 l9200-16GB-Hitam Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy A3 SM-A300H Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy A5 SM-A500F Rp.2.000.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Ace G316-4GB-Hitam Rp.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy J1 SM-J100-4GB-Hitam Rp.700.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Grand Prime SM-530H Rp.800.000
    Ready Stock ! Sony Xperia M4 Aqua-Putih Rp.1.900.000,-
    Ready Stock ! BlackBerry Z3-Hitam Rp.1.000.000,-
    Ready Stock ! Sony Xperia T2 Ultra Dual Sim-Putih Rp. 1.500.000,-
    Ready Stock ! BlackBerry Bold 9900 Dakota Rp.800.000,
    Ready Stock ! Blackberry Z30 16GB-Putih Rp.1.500.000,
    Ready Stock ! Sony Xperia Z3 Compact 16GB-Putih Rp. 2.500.000,-
    Ready Stock ! Blackberry bellagio 9790 Rp.700.000
    Ready Stock ! BlackBerry 9720 Samoa 512MB-Putih Rp.900.000,-
    Ready Stock ! BlackBerry Q5 8GB-Putih Rp.1.000.000,-
    Ready Stock ! Blackberry Q10 Putih Rp.1.500.000,-
    Ready Stock ! Blackberry Z10 16GB-Putih Rp.1.000.000,-

    BalasHapus
  40. dulu saya juga suka minum jamu gendong, sekarang jarang,hehe sukses ya buat lombanya..

    BalasHapus
  41. Mantab mbak Sulistyorini Rini !! (Akhirnya juara 1 juga)........!!

    S E L A M A T...

    BalasHapus
  42. dulu saya juga suka minum jamu gendong, sekarang jarang,hehe sukses ya buat lombanya.

    BalasHapus
  43. Wah jamu sampai luar negeri yaa... hebatttt... mksih sudah sudi berkunjung di blog saya. sukses ya mbak. semoga menang... aamiin

    BalasHapus
  44. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus
  45. Kita harus tetep melestarikan jamu :d hehe, saya suka beras kencur soalnya :3 http://travelmalang.com/travel-malang-gresik/

    BalasHapus
  46. Itu tuh yang jamu sambilonto, duh rasa pahitnya minta ampun deh.. Dulu pernah dipaksa ibu saya buat minum karena saya terserang penyakit gatal2, ampun gak mau lagi saya minum huhuhuhu

    BalasHapus