Selasa, 03 Desember 2013

BERANI MENJADI MUSLIM JUJUR DAN ANTI KORUPSI, HEBAT!



Pagi itu saya bergegas berangkat dengan setengah berlari mengejar angkot kesayangan. Belum terlambat sih, begitu sampai terminal angkot belum terisi penuh, ada beberapa bangku yang kosong. Sengaja saya duduk di bangku dekat sopir bersama seorang ibu-ibu. Kami ngobrol sebentar, dan sopir di sebelah saya menutup pintu dengan keras, sambil ngomel “ngalor-ngidul” nggak jelas. 


Sopir itu sudah aku kenal sebelumnya, karena seringnya naik mobil yang dikendarai lelaki tambun itu. Kelihatannya Pak Sopir marah-marah dengan pesan singkat yang habis dibaca dari HP jadulnya. 
”Hufhh… memang nggak punya perasaan, wong minta barang pribadi kok ke sopir angkot yang kere ini, kebangetan-kebangetan.” Saya perhatikan dengan seksama mimik Pak Sopir yang belum reda rasa kesalnya. Saya beranikan bertanya, “Sms apa tho Pak yang bikin kesal itu? Dan dari mana?” Rupanya dengan kerelaan hati Pak Sopir menyodorkan HP jadulnya ke arah saya. “Ini Mbak, coba baca dan gimana menurut sampeyan?”
Saya coba baca deretan huruf kecil yang buram :
“Cak, ban dalam dan luar, muka-belakang untuk mio, besok ya?” Dengan kening berkerut, saya coba artikan tulisan itu.
 “Ini maksudnya apa, Pak? Saya kok nggak ngerti?’’
“Maksudnya besok saya harus menyediakan ban dalam dan luar, bagian muka dan belakang untuk motor mio kepunyaan oknum Pak xxxxxxxxxxxxx.” Jelas Mbak Rini?
“O… alah Pak, kok bisa-bisanya, apa dia gak punya uang  untuk beli ban motor? Terus Bapak kasih bannya? Apa nggak sekalian pelegnya aja Pak?” Pak Sopir tertawa dan geleng-geleng kepala mendengar kata-kata saya. 

Rupanya lelaki tambun itu mempunyai kedudukan lumayan penting di perkumpulan lyn tersebut. Beliau menjabat sebagai ketua lyn. Sesampai di terminal transit, Beliau temui Bendaharanya, beliau sampaikan kemauan oknum xxxxxxxxxx. Saya terbengong kedua kalinya mendengar jawaban Pak Bendahara.
“Duit dari mana Cak? Memang tinggal ngeruk? Wah..wah…wah, nasib orang kecil ya begini ini, repot.” Jelas sekali terlihat kekecewaan di wajah lelaki itu.

Sesampai di kantor, saya merenung, mereview kejadian pagi itu. Antara heran, sedih, kesal, marah dan semuanya campur aduk. Batin saya berontak, kok bisa-bisanya seorang aparat Negara yang sudah diamanahi tanggung jawab, digaji nggak sedikit meminta kelengkapan spare part motor anaknya pada seorang kepala lyn angkutan kota. Pasti ada timbal balik yang diharapkan dengan adanya transaksi itu. Di sisi lain, Pak Sopir nggak bisa menolak permintaan itu, karena dari penolakan akan berimbas pada perlakuan yang merugikan dari oknum tersebut pada anggota lynnya. Fenomena ini lazim terjadi akhir-akhir ini. Media baik cetak atau online sehari-hari banyak melaporkan korupsi dengan modus pemberian suap atau gratifikasi yang banyak menjerat pejabat publik, politisi dan pengusaha sebagai pemberi suap. Dalam kasus di atas, ruang lingkupnya lebih kecil dengan nilai yang di minta juga tidak M…M-an, hanya sekian ratus ribu. Tapi tetap saja namanya suap dan menerima suap yang masuk bagian korupsi, dan semakin ramai saja akhir-akhir ini nongol di media baik online maupun off line.

Bicara masalah korupsi, tidak akan pernah ada habisnya. Korupsi adalah kejahatan yang bisa dikatakan umurnya sama dengan keberadaan manusia di bumi ini. Di Indonesia, tanah yang menjadi tempat kita tinggal, hidup dan bernafas ini adalah tempat yang paling enak bagi koruptor, atau boleh dikata ladang subur koruptor. Korupsi telah menjadi alat untuk memperkaya diri, membuat gengsi tinggi dan merasa berharga “lebih” di banding orang lain. Dari peringkat tingkat korupsi dunia, Indonesia berada di peringkat 118 bersama Madagaskar, Mesir, Ekuador dan Republik Dominika menurut data Tranparency International tahun 2012.

Sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia, berkisar dua ratus lima juta orang, Indonesia menjadi Negara yang menjadi pusat perhatian dunia. Rasanya miris, menjadi Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tetapi tingkat korupsinya juga benar-benar fantastis. Menjadi renungan saya juga, dari fakta mayoritas yang melakukan tindak korupsi adalah orang Islam. Padahal Islam adalah agama yang anti korupsi. Apa karena penganut muslim belum paham benar ya apa yang menjadi ajaran Islam untuk membentengi diri dari korupsi? Atau karena masa bodoh dan cuek, serta nggak mau tahu dengan konsekuensi mereka melakukan korupsi, asal hidup enak, terhormat, tidak disepelekan orang, punya kuasa atas orang lain atau bisa menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin di luar negeri? Ah godaan korupsi banyak membuat orang jatuh dan menyesal di akhirnya. Kalaupun di dunia tidak ketahuan, pastinya akan menemui balasan di akherat kelak. Keyakinan ini yang sudah luntur di hati penganut muslim negeri ini. Mereka telah dikuasai penyakit cinta dunia/ wahn. Menganggap dunia ini adalah tujuan, bukan tempat persinggahan.

Peringatan  Korupsi Di Jaman Nabi

Ada baiknya kita menyimak beberapa peringatan Nabi Muhammad tentang larangan korupsi :
Abu hurairah r.a, berkata: Nabi Muhammad Saw berdiri di tengah kami dan menyebut ghulul atau korupsi, maka sangat memberatkan dosanya sehingga bersabda : Jangan sampai aku bertemu seorang pada hari kiamat memikul kambing di atas lehernya  yang mengembek-embek, atau kuda yang mendengking, lalu memanggil: "Ya Rasulullah tolonglah aku," maka aku jawab : "Aku tidak dapat menolongmu dari siksa Allah sedikit pun, aku telah memperingatkan kepadamu." Juga di atas lehernya unta yang bersuara, lalu berseru : “Ya Rasulullah tolonglah aku, maka aku jawab: Aku tidak dapat menolongmu sedikitpun, aku telah memperingatkan kepadamu,” atau di atas bahunya emas perak, lalu berseru: “Ya Rasulullah tolonglah aku.” Aku jawab : “Aku tidak dapat menolongmu sedikitpun, aku telah memperingatkan padamu,” atau di atas lehernya kain-kain yang berkibar, lalu berseru: “Ya Rasulullah, tolonglah aku.” Jawabku: “Aku tidak dapat menolongmu walau sedikitpun, aku telah memperingatkan kepadamu.” HR. Bukhari dan Muslim.

Pemberian hadiah yang diberikan seseorang atau sekelompok orang kepada pejabat (orang yang diberi tugas/amanat) termasuk juga korupsi. Sebagaimana sabda Beliau :
Abu Humaid As-Sa’idi r.a, berkata : Rasulullah Saw mengangkat seorang amil (pegawai) , kemudian sesudah selesai ia datang kepada Nabi Muhammad Saw dan berkata: Ini untukmu dan yang ini hadiah yang diberikan orang kepadaku, maka Nabi Muhammad Saw bersabda kepadanya: "Mengapakah engkau tidak duduk saja di rumah ayah atau ibu, untuk melihat apakah diberi hadiah atau tidak? Kemudian sesudah shalat Nabi berdiri setelah tasyahud dan memuji Allah selayaknya lalu bersabda : "Amma ba’du, mengapakah seorang aamil yang diserahi amal, kemudian ia datang lalu berkata: Ini hasil untuk kamu dan ini aku diberi hadiah, mengapa ia tidak duduk saja di rumah ayah atau ibunya untuk mengetahui apakah diberi hadiah atau tidak, demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tiada seorang yang menyembunyikan sesuatu (korupsi) melainkan ia akan menghadap di hari kiamat memikul di atas lehernya, jika berupa unta bersuara, atau lembu yang menguak atau kambing yang mengembek, maka sungguh aku telah menyampaikan." Abu Humaid berkata : Kemudian Nabi mengangkat tangannya sehingga aku dapat melihat putih kedua ketiaknya (HR. Bukhari dan Muslim).

Pejabat yang tidak menjalankan amanat juga salah satu perbuatan korupsi :
Ubaidilah bin Ziyad, maka Ma’qil berkata: Aku akan menyampaikan kepadamu suatu Hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah, beliau bersabda: "Siapa yang diamanati oleh Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia tidak memimpinnya dengan tuntunan yang baik, maka ia tidak dapat merasakan bau surga.(HR Bukhari dan Muslim).

Peringatan Al-Qur’an tentang korupsi diantaranya adalah sebagai berikut :
“Dan janganlah kamu makan harta diantara kamu dengan jalan yang bathil, dan (janganlah) kamu menyuap (membawa urusan dengan harta itu kepada para hakim /pengadilan), dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui (Q.S Al-Baqarah:188)


Menilik kejadian di atas, sebenarnya tindakan korupsi  telah menjadi konsumsi keseharian kita. Korupsi menurut Islam adalah tindakan yang bertentangan dengan prinsip keadilan, akuntabilitas dan tanggung jawab. Islam mengajarkan umatnya untuk anti korupsi. Apa saja sih prinsip-prinsip anti korupsi yang dimiliki Islam, yuk kita pahami :

  1.  Harus Amanah
Setiap muslim harus berani jujur dan lurus. Dalam memegang jabatan atau amanah harus dipertanggung jawabkan di dunia dan di akherat. Setiap pejabat publik menjalankan tugasnya untuk kepentingan rakyat dan Negara, bukan untuk kepentingan diri sendiri. Sebagai pejabat kalau ada sesuatu yang salah harus dikatakan salah, benar katakan benar. Jangan berubah pendapat karena ada kepentingan.

  1. Larangan Menerima Suap
“Laknat Allah terhadap orang yang memberi suap dan orang yang menerima suap”. Setiap muslim baik Aparat Negara atau masyarakat umum yang melakukan suap atau menerima suap hukumnya sama. Ini harus dipahami, sehingga kita tidak membudayakan tindakan memberi suap kepada aparat polisi, aparat pemerintahan atau pihak lain untuk memperoleh keuntungan masing-masing. Bukan besarannya yang menjadi ukuran, tapi nilai perbuatan suap itu merusak tatanan kehidupan.

  1. Larangan Melakukan Nepotisme
Semua orang sama kedudukannya dalam hukum. Tidak boleh ada tindakan diskriminasi dalam memberlakukan aturan-aturan umum.

  1. Larangan Gratifikasi
Pejabat yang memegang kekuasaan dan ia dibayar oleh Negara, dilarang menerima pemberian apapun dari masyarakat, karena hal itu bisa menggerogoti nilai amanahnya. Pemberian itu seringkali tidak tulus dan berharap dapat mempengaruhi pandangan pejabat terhadap orang yang memberi hadiah tersebut. Prinsip ini selaras dengan pasal 12 UU no 31/1999 : Pemberian kepada penyelenggara Negara adalah gratifikasi yang jika tidak dilaporkan dalam waktu 30 hari kepada KPK berarti suap.

  1. Prinsip Larangan Berbisnis.
Islam melarang praktek dagang yang tidak fair manakala para pedagang itu terdiri dari para pejabat publik. Sebagaimana pesan Umar Bin Khatab ketika mengirim anak Abu Sofyan untuk tidak berdagang ketika menjadi Walikota di Kuffah. Setahun kemudian didapati Walikota tersebut pulang dengan membawa harta yang banyak, yang diperoleh dari hasil nyambi dagang. Harta tersebut akhirnya dimasukkan ke Baitul Maal atas perintah Umar Bin Khatab.

  1. Prinsip Adanya System
Sistem harus dibuat untuk mencegah dan memberantas orang melakukan tindakan korupsi. Tindakan ini bisa diminimalisasi jika para pejabat publik memiliki mental dan amanah, dan system administrasi publik disusun untuk memprevensi pejabat publik dari godaan serta peluang korupsi.


Korupsi telah menjadi musuh rakyat dan bangsa Indonesia. Kita telah melihat bagaimana korupsi merampas kebahagiaan banyak anak-anak Indonesia. Berapa kerugian negara akibat korupsi? Seharusnya nilai itu bisa banyak membantu anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan dan kesehatan secara layak. Yang kenyataannya hanya dinikmati oleh segelintir orang yang mengorbankan nurani dan akal sehatnya untuk satu kenikmatan yang singkat dan semu.Satu persatu Pejabat Negara, Politisi, Pegusaha, Pemimpin daerah meringkuk dalam pengapnya jeruji besi karena tindakan korupsi. Sudah saatnya masing-masing pribadi muslim menyatakan perang terhadap korupsi. Perang terhadap korupsi bisa di artikan jihad, karena korupsi adalah kejahatan yang merusak tatanan kehidupan. Korupsi adalah kejahatan kemanusiaan sekaligus kejahatan ketuhanan.

Setiap individu, apapun jabatan dan profesinya, perannya baik sebagai kepala keluarga atau ibu rumah tangga bertanggung jawab terhadap anggota keluarganya dari tindakan tidak jujur, melanggar amanah, tidak bertanggung jawab atau melakukan tindakan yang menyalahi aturan, sekecil apapun. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad :
"Hai manusia! Barang siapa yang menjalankan tugas untuk kami, lalu dia menyembunyikan dari kami walaupun barang sebesar jarum, maka apa yang disembunyikannya itu merupakan pengkhianatan (korupsi) yang kelak akan dibawanya pada hari kiamat. (HR Achmad).

Sebagai kepala keluarga, seorang muslim membawa tanggung jawab atas apa yang dipimpinnya, dalam hal ini istri dan anak-anaknya. Imam keluarga harus menafkahi istri dan anaknya dengan harta yang halal, tidak tercampur dengan harta hasil korupsi atau hasil manipulasi. Jika harta itu berupa makanan dan minuman apabila dimakan, maka amal ibadahnya tidak akan diterima Allah selama empat puluh hari. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW ;
“Hai Saad! Perbaikilah makananmu, niscaya doamu akan dikabulkan. Demi dzat yang diri Muhammad ada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya sesuap makanan (haram) yang masuk ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima Allah ibadahnya selama empat puluh hari. Hamba mana saja yang dagingnya tumbuh dari barang haram dan riba, maka api neraka untuknya.

Seorang istri harus bersikap waspada terhadap pemberian suami yang sekiranya di luar kewajaran dan kemampuan suaminya. Harus di kembangkan sikap terbuka di antara keduanya, jangan ada yang disembunyikan. Seorang muslimah harus melakukan investigasi kecil-kecilan pada kegiatan suaminya yang dirasa mencurigakan. Semua harus ditakar sesuai kemampuan. Istri jangan menjadi kompor untuk suaminya melakukan korupsi, dengan alasan semua demi keluarga. Untuk membahagiakan keluarga. Istri harus mampu menjadi pengontrol bagi suaminya, janganlah membebani suami dengan keinginan yang setinggi langit, dan membuat suami terprovokasi untuk bertindak di luar ketentuan.

Tugas muslimah, dalam hal ini seorang ibu rumah tangga memikul tanggung jawab yang tidak ringan dalam mempersiapkan generasi muslim yang anti korupsi. Sebagai madrasah awal tempat anak-anaknya mendapatkan pendidikan tentang moral, akhlak, dan ilmu hidup, ibu harus mempunyai pengetahuan dan wawasan yang cukup. Jangan menyerahkan pendidikan anak pada lingkungan dan masyarakat. Yang harus diajarkan pada anak-anak tentang budaya anti korupsi sejak dini bahkan sejak dalam masa kandungan diantaranya adalah :

  1. Ajari anak untuk berbuat jujur, adil dan bertanggung jawab.
Jujur dalam kata dan tindakan harus diajarkan sejak dini. Orang tua sebagai contoh nyata yang ditiru anak-anak. Jangan pernah mengajarkan anak berbohong untuk satu alasan.  Berbuat adil untuk anak-anak kita, jangan pernah membedakan antara satu dengan yang lain. Adil adalah sesuai dengan porsi dan tempatnya, bukan sama rata. Ajari anak untuk tahu tanggung jawab sejak dini. Apa yang menjadi tugasnya harus dikerjakan sesuai dengan aturannya.

  1. Jangan bergaya hidup berlebih-lebihan
Anak-anak jangan dimanjakan dengan sesuatu yang di luar kemampuan. Berilah ia sesuai dengan kondisi orang tuanya. Mainan mahal atau tidak sesuai kebutuhan, jangan selalu dituruti. Jelaskan dengan lemah lembut mengapa tidak boleh membeli mainan A atau B. Dengan membiasakan hidup sederhana sejak kecil, anak akan senantiasa bersikap rendah hati. Tidak bangga diri karena sesuatu yang ia punya.
  
  1. Bersikap hormat kepada orang lain bukan karena hartanya.
Perubahan mind set ini harus diajarkan sejak dini. Karena lazim berlaku saat ini, orang hormat dan santun pada orang lain karena orang tersebut berharta, mempunyai kedudukan dan terpandang di masyarakat. Sebaliknya, bila orang tersebut tidak berharta sekalipun mempunyai moral dan akhlak yang baik akan disepelekan orang.

  1. Menghargai diri sendiri dengan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain sekecil apapun.

Korupsi adalah perbuatan yang terjadi karena adanya niat atau hasrat dan adanya kesempatan secara bersamaan. Niat berhubungan dengan moral seseorang, sedang kesempatan berhubungan dengan system pencegahan dan penindakan korupsi. Kesempatan atau peluang dapat dikurangi dengan cara mengadakan perubahan secara sistematis dalam pengelolaan barang dan jasa atau pelayanan publik, sedang niat atau keinginan dapat dikurangi dengan cara membalikkan siasat “laba tinggi, resiko rendah” menjadi "laba rendah, resiko tinggi”. Beberapa cara yang ditempuh adalah mencegah, menegakkan hukum dan menakuti secara efektif, dan menegakkan mekanisme akuntabilitas. Pihak yang terlibat korupsi (yang memberi suap dan menerima suap) sama-sama ditindak.

Sistem dan strategi anti korupsi juga menjadi perhatian PBB, yang memprakarsai dibentuknya sebuah konvensi anti korupsi, yaitu UNCAC (united Nations Convention Against Corruption). Badan ini dibentuk dengan tujuan semua Negara harus membangun system dan strategi anti korupsi yang standart, supaya korupsi benar-benar dapat diperangi baik di Negara yang bersangkutan maupun di dunia Internasional.

Semoga kita diberi kekuatan untuk mampu dan berani menularkan virus anti korupsi ke sesama muslim. Mampu menduplikasi diri menjadi muslim anti korupsi bagi anak-anak, istri, saudara, tetangga dan lingkungan yang lebih luas lagi. Banyak saudara-saudara kita yang tergelincir, sebelumnya dihormati dan dikerubuti orang, tetapi dalam tempo singkat dihujat, dijauhi dan direndahkan orang karena korupsi. Tidak pandang mereka laki-laki atau wanita, dari kalangan biasa atau priyayi, dari yang berpendidikan biasa atau yang sekolah S3, dari pegawai rendah atau direktur utama, banyak dari mereka yang menjadi korban korupsi. Sekalipun kesempatan terbuka, hendaknya hati kita diberi petunjuk selalu untuk menghindari jalan instan untuk kaya tersebut. Amiin Ya Rabbal Alamiin.




Tulisan ini disertakan pada Kontes Blog "Muslim Anti Korupsi" yang diselenggarakan oleh PPM Aswaja NU dan didukung oleh :

Website resmi Nahdlatul Ulama www.nu.or.id
Media Muslim Terbaik www.muslimedianews.com
Media dakwah Islam terdepan www.cyberdakwah.com
Info & belajar Islam terkini www.islam-institute.com
Searh Engine Islam Tepercaya www.aswajanu.com 
 

1 komentar:


  1. MINAT PIN BB: 582F8501 HUB/SMS:0851-4515-5828 SPESIAL HARGA PROMO TERBARU & TERPERCAYA DI GUNUNG MAS PONSEL : Produk yang Kami Tawarkan Semuanya asli original, Ada Garansi Resmi Distributor. dan Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya. klik web resmi kami di http://gunungmas-phone.blogspot.com/
    Ready Stock ! Apple iphone 5 32GB Rp.2.500.000,-
    Ready Stock ! Apple iPhone 5S 32GB Rp.3.000.000,-
    Ready Stock ! Apple iPhone 6 plus 32gb Rp.4.000.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy E5 E500H Putih Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy E7 E700H Putih Rp. 1.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S5 Rp.2.000.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S6 32GB Putih Rp.3.300.000
    Ready Stock ! Samsung L9100 Galaxy S2 - Black Rp.900.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 7.0-16GB-Putih Rp. 1.300.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 8.0-16GB-Putih Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Note N7000 - Black Rp. 1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 2 (7.0) Rp. 900.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 10.1-16GB-Putih Rp.1.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Note N7000 - Pink Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White Rp.400.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Note Edge 32GB-Hitam Rp. 2.700.000.
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Alpha SM-G850-32GB-Gold Rp. 2.000.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Grand 2-8GB-Putih Rp. 1.200.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Mega 6.3 l9200-16GB-Hitam Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy A3 SM-A300H Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy A5 SM-A500F Rp.2.000.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Ace G316-4GB-Hitam Rp.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy J1 SM-J100-4GB-Hitam Rp.700.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Grand Prime SM-530H Rp.800.000
    Ready Stock ! Sony Xperia M4 Aqua-Putih Rp.1.900.000,-
    Ready Stock ! BlackBerry Z3-Hitam Rp.1.000.000,-
    Ready Stock ! Sony Xperia T2 Ultra Dual Sim-Putih Rp. 1.500.000,-
    Ready Stock ! BlackBerry Bold 9900 Dakota Rp.800.000,
    Ready Stock ! Blackberry Z30 16GB-Putih Rp.1.500.000,
    Ready Stock ! Sony Xperia Z3 Compact 16GB-Putih Rp. 2.500.000,-
    Ready Stock ! Blackberry bellagio 9790 Rp.700.000
    Ready Stock ! BlackBerry 9720 Samoa 512MB-Putih Rp.900.000,-
    Ready Stock ! BlackBerry Q5 8GB-Putih Rp.1.000.000,-
    Ready Stock ! Blackberry Q10 Putih Rp.1.500.000,-
    Ready Stock ! Blackberry Z10 16GB-Putih Rp.1.000.000,-

    BalasHapus