Minggu, 29 September 2013

PERNIKAHAN DAN BIDADARI DUNIA


Aku menikah dengan Mas Tri Wahono di usia yang terbilang tidak muda lagi, 28 tahun. Usia kami terpaut 6 tahun.  Kami teman satu kantor di salah satu perusahaan BUMN di kota Surabaya. Kami memutuskan berumah tangga setelah 6 bulan perkenalan. Aku diharapkan berjodoh dengan orang yang memahami agama dengan baik, sudah bekerja dan mampu menyatu dengan keluarga besarku. Itu syarat utama yang diajukan oleh ayahku, dan ketiganya ada di diri Mas Tri Wahono.
            Dengan menikah, aku berharap menjadi bidadari bagi suamiku

Sabtu, 28 September 2013

SEHARI DI BANDAR SERI BEGAWAN


Di muat di rubrik "Leisure" Harian Republika, 7 Mei 2013

Perjalanan udara dari Surabaya menuju Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam memakan waktu 2 jam 05 menit, kedua kota berjarak 1391 km. Pesawat Royal Brunei take off pukul 06.30 WIB dan tiba di BSB pukul 09.34 waktu Brunei. Selisih waktu Brunei dan Surabaya satu jam lebih lambat (sama dengan WITA). Menggunakan maskapai Royal Brunei dirasakan penumpang yang sering bepergian ke luar negeri lebih ketat pemeriksaannya. Sejak di Bandara Juanda rombongan saya diingatkan untuk tidak membawa cairan dalam bentuk apapun lebih dari 100 ml, tanpa kecuali. Terlihat beberapa penumpang yang harus berurusan dengan petugas karena dalam tas tentengannya terdeteksi

Bontot Sehat Bontot Manfaat

Di muat Jawa Pos untuk rubrik "Gagasan"



Membawa bekal makanan dan minuman ke sekolah atau ke tempat kerja menjadi suatu kebiasaan yang langka terjadi saat ini. Beragam alasan dikemukakan, tidak praktis lah, kuno, gak nikmat, sibuk atau tidak ada waktu untuk menyiapkannya.

Sejak duduk di bangku TK hingga bekerja, kebiasaan itu diterapkan dalam keluarga kami. Dari kue kering atau roti berlapis meses/selai, sebotol air putih hingga satu porsi makan siang yang ditempatkan dalam kotak makan atau dibungkus. Kami biasa menyebut “mbontot” (bahasa jawa).

Banyak manfaat yang diperoleh, “mbontot”

HIKMAH SHALAT DAN JAWABAN PERSOALAN HIDUP


           Shalat sunnah tahajud, insya Allah sudah kujalani sejak tahun 2002, tapi kuakui masih sering bolong. Dengan mengerjakannya, aku yakin Allah akan mengabulkan apa yang kita mohon, memberi apa yang kita minta dan mengampuni apabila kita memohon ampunan dosa. Berbagai kemudahan dalam hidup telah kualami, tapi ada satu hal yang membuatku menangis takjub, tak kuasa berfikir atas kebesaran dan kekuasaan-Nya.  
            Pertengahan Oktober 2008

Jumat, 20 September 2013

SHALAT DAN DOA PERTAMA PUTRIKU



Kisah ini menjadi salah satu naskah favorit pada "Lomba kisah Islami" Quntum Media


Rahmani Larasati, nama putri tunggalku. Buah cinta suci antara aku dan Tri Wahono, almarhum suami yang telah meninggalkan kami karena terserang virus yang hingga kini belum ada obatnya. Virus itu dinamakan midline granuloma. Delapan bulan sebelum Mas Tri berpulang, bertepatan dengan ulang tahun Laras yang ke-3, keluarga besarku mengadakan syukuran kecil-kecilan. Tumpeng mungil berisi nasi kuning, sambal goreng tempe, bandeng presto dan daging goreng kubawa ke ruang perawatan Mas Tri. Lelaki yang telah menjadi pendampingku dan berhasil memenangkan persaingan diantara teman-temanku itu tergolek lemah, tanpa daya. Selang infus beraneka warna bergelantungan di atas pembaringannya. Hari itu, dia tersenyum dengan rona muka bahagia, semangatnya berapi-api. Putri kecilku meniup lilin berwarna merah dengan angka tiga diatas kue tart yang dibelikan Mas Denny, kakak sulungku. Kami mengiringinya dengan menyanyikan lagu panjang umur dan happy birthday yang umum dinyanyikan dalam perayaan ulang tahun. Bidadari kecilku berhasil meniup lilin